Laskar Pelangi // Berita dari Medsos

Aksi Netizen Boikot Traveloka berlanjut memberikan rating buruk

November 16, 2017 Aksi Delete Traveloka berlanjut

TRAVELOKA GAGAL MEMAHAMI MASALAH & GAGAL MEMAHAMI SIAPA SERTA BGMN SIKAP PERASAAN SEBAGAIN BESAR PELANGGANNYA !

AKSI BOIKOT BERLANJUT !

Setelah Aksi # UnInstallTraveloka kini Netizen melanjutkan Aksi #BoikotTraveloka dengan bergerak memberikan rating buruk bintang satu (*) pada Review Aplikasi Traveloka di PlayStore maupun AppleStore

Account Wikan T Sanjaya memantau sebabagi berikut

 

Siang tadi perasaan baru 8k yg ngasih rate bintang 1 alias rate buruk.

Malam ini udah tembus 13k.

Serem juga kekuatan sosial media. Jadi ingetin kasus nya Sari Roti dan KataKita.
#traveloka
#WO

 

Rating buruk traveloka

Rating buruk traveloka

Sementara account Arief Arbianto memberikan komentar pada aksi lanjutan #BoikotTraveloka sebagai berikut:

Waduh… Makin rame aja yg ngasih 1⃣⭐ di Google Play utk aplikasi Traveloka. Sepertinya bakal jauh lbh parah dari SarRot nih nasibnya.

Selain itu Netizen Arief Arbianto juga menyertakan deretan screenshoot dari netizen yang memberikan rating buruk bintang 1⃣⭐.

Aksi Boikot Traveloka berlanjut

Aksi Boikot Traveloka berlanjut

Sementara Account Muhammad Maksum seorang nettizen yang tercatat paling awal melakukan aksi #Boikot Traveloka menulis

 

Aksi Delete Traveloka berlanjut

Aksi Delete Traveloka berlanjut

SIMPLENYA TRAVELOKA GAGAL MEMAHAMI MASALAH & GAGAL MEMAHAMI SIAPA SERTA BGMN SIKAP PERASAAN SEBAGAIN BESAR PELANGGANNYA !

AKSI BOIKOT BERLANJUT

Rilis Traveloka yg menjelaskan bahwa Derianto Kusuama tidak hadir di acara pelecehan di kanisius tdk hentikan aksi
#boikotTraveloka.

Netizen melihatnya sederhana, Derianto Kusuma adalah bagian dari Keluarga Alumni Kanisius yang melakukan pelecehan terhadap Gubernur DKI, Rilis Alumni Kaniusius 86 menunjukkan betapa bangganya mereka melakukan aksi Walk Out tersebut, bahkan Para Alumni kanisius mengelu- elukan Ananda Sukarlan termasuk Kepala Sekolahnya dan ini di nilai oleh nettizen sebagai “sikap resmi” Pelecehan tersebut oleh Keluarga Kolese Kanisius terhadap Gubernur DKI dan Derianto Kusuma adalah bagian dari Keluarga Kolese Kanisius tersebut.

Jadi hadir atau tidaknya Derianto tidak menjadi fokus dalam logika netizen, bahwa Derianto Kusuma sang pendiri Traveloka adalah bagian dari Komunitas Kolese Kanisius yang melakukan Pelecehan Gibernur DKI itulah fokus perhatian para netizen yang terus berlanjut melakukan Aksi #BoikotTraveloka #UnInstallTraveloka #DeleteTravelok

Rilis resmi yang hanya menjelaskan Derianto tidak hadir di nilai oleh netizen sebagai Traveloka gagal paham atau gagal memahami sikap dan perasaan nettizen yang melakukan aksi boikot.

Kalau memang Derianto sebagai bagian keluarga Alumni Kanisius tidak ikut dan tidak setuju dengan aksi pelecehan tersebut maka harusnya dia bersikap tegas sebagaimana di lakukan oleh Romo Magnis Suseno yang tidak setuju dan bahkan mengecam tindakan Sukarlan dan ratusan alumni yang WalkOut.

Sementara Rilis Traveloka sama sekali tidak menyinggung soal pelecehan oleh lembaga di mana Derianto berada di dalamnya inilah yang justru memicu Netizen malah melanjutkan Aksi
Aksi #BoikotTraveloka #UnInstallTraveloka #DeleteTraveloka

Simplenya Traveloka gagal memahami masalah dan gagal memahami siapa dan apa perasaan sebagian besar Pelanggannya !