Laskar Pelangi // Berita dari Medsos

Hendrajit : Reklamasi Teluk Jakarta, Sebuah Taktik Untuk Kuasai Indonesia

November 3, 2017

Sasaran Reklamasi Teluk Jakarta, adalah menguasai apa yang dulu dikenal sebagai Pelabuhan Sunda Kelapa

Reklamasi Teluk Jakarta membahayakan Sistem Pertahanan dan Keamanan Nasional

Reklamasi Teluk Jakarta membahayakan Sistem Pertahanan dan Keamanan Nasional

SERUJI.CO.ID – Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Hendrajit mengingatkan pemerintah dan berbagai pihak agar mencermati dan berhati-hati dalam menyikapi reklamasi teluk Jakarta bagi kelangsungan kedaulatan Indonesia di masa mendatang.

“Sasaran Reklamasi Teluk Jakarta, adalah menguasai apa yang dulu dikenal sebagai Pelabuhan Sunda Kelapa,” kata Pengamat geopolitik ini lewat rilis yang diterima SERUJI, Jumat (3/11).

Ia menjelaskan bahwa sejumlah sejarawan Eropa memang sempat membantah beberapa studi sebelumnya yang mengatakan Pelabuhan Sunda Kelapa atau Calapa sebagai pelabuhan terbesar di Jawa Barat.

“Memang benar, pelabuhan terbesar Jawa Barat pada abad ke-16 adalah Pelabuhan Banten. Sebuah daerah yang awalnya dikuasai Kerajaan Padjajaran, namun setelah Padjajaran melemah, Sunan Gunung Jati dan putranya Hasanudin, berhasil merebut Banten Girang, atas arahan dari Kerajaan Islam Demak,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, dalam cara pandang geopolitik sebagai bagian integral dari wawasan geopolitik, untuk memblokade Pelabuhan Banten tersebut maka pihak asing, baik Barat maupun Timur, harus menguasai Pelabuhan Sunda Kelapa.

“Begitu menguasai Pelabuhan Sunda Kelapa, dan mematahkan perlawanan Banten, maka asing pada hakekatnya berhasil menguasai Laut Jawa dan Selat Sunda sekaligus. Sebab Banten, merupakan daerah yang membatasi Laut Jawa dan Selat Sunda,” ungkapnya.

Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI).
Menurut pengamat yang juga penulis buku “Tangan-Tangan Amerika, Operasi Siluman AS Dipelbagai Belahan Dunia”, cara pandang dan pola pikir geopolitik tersebut yang sama sekali diabaikan oleh para pemimpin pemerintahan Indonesia, baik nasional maupun daerah, sengaja atau tidak sengaja.

“Sehingga benarlah ungkapan yang sering kita sampaikan, bahwa dangkalnya wawasan geopolitik, menjadi pintu masuk kepentingan asing menjarah kedaulatan nasional kita,” katanya.

Dikisahkannya bahwa Gubernur Jenderal Belanda Jan Peterzon Coen yang justru menggunakan cara pandang ini, untuk menguasai geopolitik maritim nusantara.

“Mengambil alih Banten, lewat penguasaan Pelabuhan Sunda Kelapa, untuk menguasai Banten yang merupakan daerah penyangga/buffer zone dari Laut Jawa dan Selat Sunda. Belanda berhasil melakukan itu pada 1619,” terangnya.

Dengan menguasai Pelabuhan Sunda Kelapa dan Banten yang berhasil ditaklukkan setelah itu, praktis Tanah Jawa berhasil dikuasai Belanda melalui keunggulanya di matra laut.

GRATIS SAMPLE !

PRODUK NATURAL PERAWATAN KULIT

DARI BAHAN DASAR BIJI NONI DI KIRIM GRATIS KE ALAMAT ANDA !

TERBATAS HANYA UNTUK 100 Netizen, Buruan ambil !

Free Semple Serum Te Mana Noni gratis di kirim ke alamat anda

Free Semple Serum Te Mana Noni gratis di kirim ke alamat anda

“Apalagi Banten, selain merupakan daerah penyangga Laut Jawa dan Selat Sunda, Banten juga terhubung melalui kegiatan perdagangan internasional dengan negara-negara Semenanjung Malaka,” terang Hendrajit.

Minimnya wawasan geopilitik para pemimpin pemerintahan Indonesia ini, menurut Hendrajit, menyebabkan bangsa asing mudah menguasai Indonesia.

“Betapa bangsa-bangsa asing, baik asing Barat maupun asing Timur, sama sama memahami bahwa mata-rantai antara Pelabuhan Sunda Kelapa dan Pelabuhan Banten, punya nilai strategis untuk menguasai geopolitik Maritim Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut Hendrajit menganjurkan agar pemerintah dan berbagai kalangan agar mau belajar dan memahami asal usul, sejarah, tanah air, sosial-ekonomi dan sosial-budaya, maupun cita-cita bersama atau ideologi dari masing-mansing daerah di bumi nusantara,

 

“Maka itu, di sinilah pentingnya ngaji geopolitik. Kalau tidak, ya inilah akibatnya sekarang. Memandang Reklamasi Teluk Jakarta hanya sekadar peluang ekonomi-bisnis dan proyek. Sehingga tak tahu apa bahayanya proyek macam ini bagi kedaulatan nasional sebuah negara,” pungkasnya.

Sumber : https://seruji.co.id/peristiwa/pengamat-reklamasi-teluk-jakarta-sebuah-taktik-untuk-kuasai-indonesia/