Laskar Pelangi // Berita dari Medsos

Jusuf Kalla : Ngapain Meme Setnov di Proses Hukum

November 8, 2017

Yang di perlukan adalah penjelasan dokter, sebenarnya sakitnya Setnov itu serius apa tidak, kok begitu cepat pulihnya setelah putusan Pra Peradilan menang.

 

Ketua DPR-RI Setya Novanto awal bulan ini menyewa 14 pengacara yang tergabung dalam Yunadi & Associate untuk mencari dan memperkarakan pengunggah meme-meme tentang dirinya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan hal itu sebenarnya tak perlu dilakukan Setya Novanto. Menurut JK, meme tentang Setya Novanto, Ketua DPR RI, yang beredar di internet tidak perlu diproses hukum.

“Ngapain meme diproses hukum? Kalau semua meme itu harus diadili, capek nanti pengadilan. Karena begitu banyak, itu semacam karikatur, berekspresi,” kata Kalla, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Kalla terkait langkah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto yang melaporkan pelaku meme atau sejenis karikatur tersebut ke Bareskrim Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media sosial.

Menurut Kalla, hal yang lebih penting daripada memproses hukum meme tersebut adalah memberikan penjelasan yang lengkap terkait penyakit yang diderita oleh Setya Novanto tersebut. Menurutnya, dokter yang merawat Setya Novanto di RS Premier Jatinegara bisa memberikan penjelasan.

“Tapi yang paling pokok di sini adalah kasus ini harus ada penjelasan dari dokter. Dokter harus menjelaskan, bahwa memang dia (Setnov) sakit,” ujar Kalla.

Dyaan Kemala Arrizzqi, ditangkap Bareskrim Polri karena dianggap menyebar meme soal Setya Novanto dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media sosial. Selain itu, Setya Novanto juga melaporkan 32 akun media sosial Facebook untuk tuduhan serupa.

Beberapa waktu lalu, Setnov sempat dikabarkan menjalani perawatan karena sejumlah penyakit yang diderita di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Setya Novanto dirawat sejak akhir September hingga awal Oktober 2017.

Pada 2 Oktober 2017, Setya Novanto telah meninggalkan rumah sakit, beberapa hari setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan terkait dugaan korupsi pengadaan KTP-Elektronik.

mybonnie-indonesia