Laskar Pelangi // Berita dari Medsos

Mengapa Reklamasi begitu penting bagi asing Barat maupun asing Timur? Sasaran sesungguhnya adalah untuk menguasai Laut Jawa.

November 5, 2017 Reklamasi Teluk Jakarta membahayakan Sistem Pertahanan dan Keamanan Nasional

KAJIAN GEOPOLITIK STRATEGISNYA LAUT JAWA

By Hendrajit

Sasaran Reklamasi Teluk Jakarta, adalah menguasai apa yang dulu dikenal Pelabuhan Sunda Kelapa. Beberapa sejarawan Eropa memang sempat membantah beberapa hasil studi sebelumnya yang mengatakan Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pelabuhan terbesar di Jawa Barat._

Memang benar, pelabuhan terbesar Jawa Barat pada abad ke-16 adalah Pelabuhan Banten. Sebuah daerah yang awalnya dikuasai Kerajaan Pajajaran, namun setelah Pajajaran melemah, Sunan Gunung Jati dan putranya Hasanudin, berhasil merebut Banten Girang, atas arahan dari Kerajaan Islam Demak.

Namun dalam penglihatan geo-strategi sebagai bagian integral dari wawasan geopolitik, untuk memblokade Pelabuhan Banten, maka asing Barat maupun asing Timur harus menguasai Pelabuhan Sunda Kelapa.

Begitu menguasai Pelabuhan Sunda Kelapa, dan mematahkan perlawanan Banten, maka asing pada hakekatnya telah berhasil mengasai Laut Jawa dan Selat Sunda sekaligus. Sebab Banten, merupakan daerah yang membatasi Laut Jawa dan Selat Sunda.

Cara pandang dan pola pikir inilah yang sama sekali diabaikan oleh para pemimpin pemerintahan baik nasional maupun daerah, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

_Sehingga benarlah ungkapan yang sering kita sampaikan, *bahwa dangkalnya wawasan geopolitik, menjadi pintu masuk kepentingan asing untuk menjarah kedaulatan nasional kita*._

_Sebalikya, Gubernur Jenderal Belanda Jan Peterzon Coen inilah *yang justru menggunakan cara pandang Geo-strategis ini, untuk menguasai geopolitik maritim nusantara*. Ambil-alih Banten, melalui Pelabuhan Sunda Kelapa, untuk menguasai Banten, yang merupakan daerah penyangga/buffer-zone dari Laut Jawa dan Selat Sunda._ Belanda berhasil melakukan itu pada 1619.

Sejak saat itu, maka praktis Tanah Jawa berhasil dikuasai Belanda melalui keunggulanya di matra laut. Apalagi Banten, selain merupakan daerah penyangga Laut Jawa dan Selat Sunda, Banten juga terhubung melalui kegiatan perdagangan internasional dengan negara-negara Semenanjung Malaka.

_Di sinilah *ketidak-pahaman para pemimpin naional kita tentang Geopolitik* (di pusat dan daerah). Betapa bangsa-bangsa asing baik asing Barat maupun asing Timur, sama-sama memahami *bahwa mata-rantai antara Pelabuhan Sunda Kelapa dan Pelabuhan Banten, punya nilai strategis untuk menguasai Geopolitik Maritim Indonesia*_.

Oleh sebab itu, di sinilah letak pentingnya ngaji geopolitik, untuk memahami asal-usul/sejarah tanah air, sosial-ekonomi dan sosial-budaya, maupun cita-cita bersama/ideologi dari masing-mnasing daerah di bumi nusantara,

Kalau tidak, ya beginilah akibatnya sekarang. _Memandang Reklamasi Teluk Jakarta *hanya sekadar peluang ekonomi-bisnis dan proyek, Sehingga tidak memahami apa bahayanya proyek semacam ini* bagi kedaulatan nasional sebuah negara._

 

mybonnie-indonesia