Laskar Pelangi // Berita dari Medsos

Para Ahoker Perlu Ditangani Psikiater, Ada Gejala Stress Berlebihan

October 15, 2017

 

 

Para Ahoker sesang di landa Stress tidak bisa Move On

Jumlah karangan bunga berkurang dari jumlah waktu awal pengiriman bunga, itu berarti sebagian besar kaum Ahoker sudah move on. Semoga ini ‎juga petanda baik bagi pengembangan Jakarta ke depan.

Memang ada yang mengkaji secara medis kondisi Ahoker yang dapat dikatakan secara umum sebagai kelainan syaraf. Apapun terminologi yang di pake tapi tidak tertutup kemungkinan juga para Ahoker tersebut menderita ‘katatun’ akibat stres yang berkebihan. Bagi penderita katatun apapun yang ditanya pasti dia akan menjawab dengan kata atau kalimat yang sama atau selalu menggerakan anggota tubuhnya dengan gerakan atau posisi yang sama dan lama.

Umpamanya, tangan kanannya dalam posisi seperti tangan kanan Hitler yang memberi hormat itu akan dilakukannya berjam-jam atau mungkin kalau Ahoker tersebut ditanya berapa anakmu maka mereka akan menjawab saya tidak mau Move-On, jika ditanya siapa nama sopirmu maka mereka akan menjawab saya tidak mau Move-On.

Apapun yang ditanya pasti jawabannya sama, yaitu saya tidak mau Move-On. Bahkan bisa-bisa tanpa ditanya pun mereka juga akan berkata, bahkan berteriak saya tidak mau Move-On.

BAGI BAGI GRATIS ESSENTIAL OIL DI KIRIM KE ALAMAT ANDA, MAU ?

BERNAFAS DENGAN MUDAH

Kekayaan isi dan aroma dari Essential oil Breath memberikan pernapasan anda menjadi dalam dan segar . EO Breath ini membuat anda mudah bernafas , membuat anda tidak mengantuk dan memberikan rasa kesegaran dan sensasi rasa menyejukkan. Produk ini memberikan sensasi rasa dingin , segar dan membersihkan keadaan disekeliling anda.)

 

Kondisi ini jelas memerlukan perawatan inap khusus dan harus ditangani Dokter Spesialis Psykhiater. ‎Meskipun, penderita katatun tidak akan berbahaya bagi lingkungannya karena dia hanya asyik dengan katatunnya sendiri.

Warga Jakarta tidak perlu takut atau terlalu khawatir, karena pembangunan Jakarta kedepan tetap akan dapat dilakukan dengan tenang kendatipun mereka tetap berteriak “Saya Tidak Mau Move-On”.

 

Sumber : TeropongSenayan.com