Laskar Pelangi // Berita dari Medsos

Romo Magnis: Ananda Sukarlan Salah gunakan Kesempatan, Demonstrasikan Penghinaan pada Gubernur DKI

November 15, 2017 Romo Magnis Kecam Aksi Walk Out ratusan alumni kanisius

Walk out yang di lakukan Sukarlan dan ratusan alumni kanisius menunjukkan permusuhan terhadap pribadi Gubernur , ini merupakan suatu penghinaan publik,” kata Romo Magnis 

Romo Magnis Kecam Aksi Walk Out ratusan alumni kanisius

Romo Magnis Kecam Aksi Walk Out ratusan alumni kanisius

JAKARTA, Budayawan yang juga sering di panggil sebagai Romo Franz Magnis Suseno salah satu dari  5 orang penerima penghargaan kanisius award menyayangkan aksi walk out yang dilakukan Ananda Sukarlan bersama ratusan alumni Kolese Kanisius saat Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan, menyampaikan sambutannya di acara HUT ke 90 Kolese Kanisius, pada Sabtu (11/11) malam lalu.

Menurut pria yang akrab disapa Romo Magnis tersebut, aksi Ananda Sukarlan tidak pantas dilakukan, di negara manapun tidak ada dilakukan diluar kegiatan politik. ( walk out biasanya di lakukan pada sidang DPR misalnya, tapi ini Gubernur di undang sebagai tamu, dan kemudian saat melakukan sambutan tuan rumah walk out -red)

“Andaikata Gubernur mengatakan sesuatu yang tidak senonoh/jahat/menghina, walk out dapat dibenarkan. Tetapi walk out kemarin menunjukkan permusuhan terhadap pribadi Gubernur , ini merupakan suatu penghinaan publik,” kata Romo Magnis dalam keterangan tertulisnya.

“Saya kutip Sdr. Abdillah Toha: apakah, dengan kejadian ini diviralkan, ‘justru tidak menjadi counter productive dan akan mempertajam permusuhan di negeri yang sudah rentan intoleransi itu?'”

Aksi walkout dimotori oleh Ananda Sukarlan, pianis dan komposer musik alumnus Kanisius yang diundang dan mendapat penghargaan dalam acara tersebut.

Anies Baswedan, lanjut Romo Magnis, adalah Gubernur yang telah terpilih secara demokratis, sehingga sangat layak dihormati apalagi Anies dipilih oleh sebagian besar warga DKI.

 

“Bukankah sikap yang benar adalah: beri dia kesempatan untuk membuktikan diri? Kita Katolik tidak bisa memilih negara di mana kita hidup, 57 persen pemilih Jakarta memilih Anies. Kolese Kanisius harus menjalankan misinya dengan pemerintaan DKI mana saja, dan saya perkirakan bahwa justru karena itu Panitia mengundang Pak Anies,” ujarnya.

Gubernur Anies di Kanisius

Gubernur Anies di Kanisius

“Seharusnya beri dia (Anies -red) kesempatan untuk membuktikan diri, kita Katolik tidak bisa memilih negara di mana kita hidup, 57 persen pemilih Jakarta memilih Anies,” kata Romo.

Bahkan menurutnya, jika seandainya Habib Rizieq Syihab dipilih warga Jakarta menjadi Gubernur, Kanisius juga harus dapat hidup dengannya.

Terkait dengan tindakan Anda Sukarlan, Romo Magnis tegas sebut itu sebagai penghinaan yang salahgunakan kesempatan.

“Silakan panitia dikritik. Tetapi menginisiasikan suatu demonstrasi penghinaan terbuka terhadap Gupernur DKI saya anggap penyalahgunaan kesempatan,” pengkasnya. ( max)