Laskar Pelangi // Opini

Sumpah Pemuda Sudah Di Khianati

October 31, 2017 Diorama Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, bukan hanya tidak dilaksanakan oleh sebagian anak bangsa, bahkan ditemukan suatu kenyataan telah dihianati.

Diorama Sumpah Pemuda

Diorama tentang suasana Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda koleksi Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat(27/10/2017).Peringatan Sumpah Pemuda ke-89 pada 28 Oktober 2017 menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk mengenang kembali tekad pemuda Indonesia yang mengikrarkan komitmen persatuan dan kesatuan Indonesia. AKTUAL/Munzir

Sumpah bertanah air satu pada kenyataannya, 74% tanah telah diserahkan pada bangsa lain, ada pulau yang sudah dilepaskan, bahkan sumber daya alam seperti hutan dan tambang sudah bukan milik bangsa Indonesia.

Ironinya hal ini terjadi karena ada sebagian anak bangsa Indonesia yang bermental calo bahkan bersedia menjadi antek bangsa lain tanpa memikirkan masa depan generasi mendatang.

Demikian juga tentang kewarga negaraan, bertanah air satu artinya berkomitmen menjadi bangsa Indonesia apapun suku bangsa maupun asal usul bangsanya, dengan bersumpah satu tanah air maka haruslah setia pada negara Indonesia lapang maupun sempit susah maupun bahagia, tidak seharusnya masih merasa Indonesia sebagai ayah angkat sementara asal usul bangsanya sebagai ayah kandung, Indonesia hanya tempat mencari hidup dengan segala cara dan akal bulus, namun sumpah setianya masih pada bangsa asal usulnya.( red )

Berkhianat pada Sumpah Bertanah Air satu tanah air Indonesia

Sumpah berbangsa satu juga dihianati dengan dihilangkannya kata : orang-orang Indonesia asli pada pasal 6 Undang Undang Dasar 1945 yang dilakukan oleh anak bangsa dipelopori seorang profesor yang merasa pintar tapi kenyataanya keblinger.

Hal itu dilakukan pada sidang tahunan MPR periode 1999 – 2004, meskipun sidangnya tidak mencapai quorum dan dilakukan tengah malam, hal ini bisa disimpulkan dilakukan dengan sengaja untuk kepentingan bangsa lain.

 

Sumpah berbahasa satu ternyata juga sudah dihianati, seharusnya menggunakan bahasa Indonesia lebih bangga dibanding menggunakan bahasa lain, karena bahasa selain sebagai alat komunikasi juga sebagai identitas dan jati diri suatu bangsa.

Kalau tidak ingin disebut menghianati sumpahnya sendiri, maupun dijajah kembali oleh bangsa lain, tidak ada cara lain selain kembali kepada semangat dan jiwa Sumpah Pemuda.

Penulis Zulkifli S Ekomei. Pegiat Sosial-Politik Gerakan Kembali ke Jatidiri Bangsa dan UUD 1945 asli. Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

GRATIS SAMPLE !

PRODUK NATURAL PERAWATAN KULIT

DARI BAHAN DASAR BIJI NONI DI KIRIM GRATIS KE ALAMAT ANDA !

TERBATAS HANYA UNTUK 100 Netizen, Buruan ambil !

Free Semple Serum Te Mana Noni gratis di kirim ke alamat anda

Free Semple Serum Te Mana Noni gratis di kirim ke alamat anda